Kalau kamu sedang scroll TikTok belakangan ini dan tiba-tiba ikut menggumam, "Beolkeok beolkeok ttaenggyeo ttaenggyeo, I just choke on acai...", tenang, kamu tidak sendirian.
Lagu ACAI dari CORTIS memang punya kekuatan yang
unik. Sekali masuk telinga, susah keluar. Awalnya terdengar seperti lagu
hip-hop ringan dengan lirik yang nyeleneh tentang smoothie acai berry.
Namun semakin sering didengarkan, semakin terasa bahwa ada sesuatu yang lebih
dalam di balik lagu ini.
Di balik beat yang sangat funky dan bikin kepala otomatis
mengangguk, tersimpan cerita tentang mimpi, kerja keras, identitas, dan
keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri di tengah industri yang penuh
persaingan.
Jadi, sebenarnya apa makna lirik ACAI CORTIS? Mengapa lagu
yang terinspirasi dari semangkuk smoothie justru dianggap sebagai salah satu
karya paling personal yang pernah mereka buat?
Mari kita bahas satu per satu.
Mengenal CORTIS dan Album GREENGREEN
Sebelum masuk ke pembahasan lirik, ada baiknya kita mengenal
lebih dekat grup yang berada di balik lagu ini.
CORTIS adalah boy group generasi baru yang debut di bawah
BigHit Music pada 18 Agustus 2025. Grup ini terdiri dari lima anggota, yakni Martin,
James, Juhoon, Seonghyeon, dan Keonho.
Sejak awal debut, CORTIS sudah menarik perhatian karena
konsep mereka yang cukup berbeda. Mereka tidak hanya tampil sebagai idol,
tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif musik yang mereka bawakan.
Martin dikenal aktif sebagai produser bahkan sebelum debut.
Ia pernah berpartisipasi dalam berbagai proyek musik untuk artis lain di bawah
HYBE. Sementara Seonghyeon aktif menulis lirik dan melodi, sedangkan Keonho
turut terlibat dalam proses produksi hingga penyuntingan konten grup.
Karena itulah, banyak penggemar menganggap musik CORTIS
terasa lebih personal dibandingkan grup rookie pada umumnya.
Lagu ACAI sendiri merupakan track ketiga dalam EP
kedua mereka yang berjudul GREENGREEN, yang dirilis pada Mei 2026. Menariknya,
meski bukan lagu utama album tersebut, justru ACAI yang paling banyak mencuri
perhatian publik dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Sebuah Lagu yang Berawal dari Kebiasaan Sederhana
Hal yang membuat lagu ini menarik adalah asal-usulnya yang sangat sederhana.
Dalam sebuah showcase album, Martin pernah bercerita bahwa
selama mengikuti song camp di Amerika Serikat, para member hampir setiap hari
menyantap acai bowl dan bahkan hampir menjadi rutinitas wajib mereka. Dari
kebiasaan kecil itulah ide lagu ACAI muncul.
Sekilas mungkin terdengar lucu. Bagaimana mungkin semangkuk
smoothie bisa berubah menjadi lagu yang viral?
Namun justru di situlah letak keunikannya.
Bagi CORTIS, acai bowl bukan hanya makanan. Ia menjadi
simbol dari masa-masa penting ketika mereka bekerja keras menyusun musik,
begadang di studio, mengejar deadline, dan terus mengembangkan identitas mereka
sebagai musisi.
Keonho kemudian menjelaskan bahwa lagu ini membawa pesan
tentang keinginan mereka untuk menjadi musisi dengan pondasi yang kuat seperti
acai bowl yang tetap enak meskipun tanpa banyak toping tambahan, mereka ingin
dikenal karena kualitas musiknya, bukan karena gimik atau tren sesaat.
Makna Lirik ACAI CORTIS yang Sebenarnya
Jika hanya mendengarkan sekali, ACAI mungkin terdengar seperti lagu santai yang penuh candaan. Namun ketika memperhatikan liriknya lebih dalam, ada banyak pesan yang tersembunyi di balik kata-kata sederhana tersebut.
"Who Is Choking? I Don't Care"
Bagian pembuka lagu langsung menarik perhatian.
Kalimat ini terdengar santai sekaligus penuh percaya diri. Sekilas
seperti bentuk kesombongan, tetapi sebenarnya lebih dekat dengan pernyataan
sikap.
Dalam industri K-Pop yang sangat kompetitif, setiap grup
berlomba mendapatkan perhatian publik. Tekanan datang dari berbagai arah.
Melalui kalimat tersebut, CORTIS seolah mengatakan:
"Kami tahu ada banyak persaingan di luar sana,
tetapi kami memilih fokus pada perjalanan kami sendiri."
Bukan tentang meremehkan orang lain. Melainkan tentang tidak
membiarkan diri teralihkan dari tujuan utama mereka.
Acai Bowl Sebagai Sumber Energi Kreatif
Bagian chorus menjadi bagian yang paling ikonik.
"Beolkeok beolkeok ttaenggyeo ttaenggyeo, I just
choke on acai..."
Lirik ini menggambarkan energi yang mengalir ketika mereka
sedang menciptakan musik.
Acai bowl yang mereka konsumsi setiap hari berubah menjadi
simbol bahan bakar kreatif.
Ketika inspirasi datang, semuanya terasa mengalir.
Referensi tentang Genie dari Aladdin yang muncul di bagian
chorus juga menggambarkan ledakan imajinasi yang terjadi selama proses
penciptaan lagu.
Mereka seperti sedang menggosok lampu ajaib dan membiarkan
ide-ide liar keluar tanpa batas.
Noda Acai yang Menjadi Kenangan
Salah satu bagian paling menarik dalam lagu ini adalah
ketika mereka menyebut:
“Acai mudeun tee (mudeun tee), asai mudeun pants (Pants) Acai
mudeun album (Wow), mandeureo beoryeo jam (Jam)..”
Kalimat ini terdengar lucu. Namun justru di balik
kesederhanaannya terdapat makna yang sangat manusiawi. Mereka sedang
menceritakan kehidupan sehari-hari selama proses produksi musik.
Hari-hari yang penuh kesibukan, pakaian berantakan, studio
yang tidak pernah benar-benar rapi, dan jam tidur yang berantakan. Tetapi, semua
itu adalah bagian dari perjalanan yang mereka nikmati.
Alih-alih mengeluh, mereka memilih merayakannya karena
setiap noda tersebut adalah bukti bahwa mereka benar-benar hidup di dalam
proses kreatif itu.
Pesan Terbesar dalam Lagu ACAI
Jika harus merangkum keseluruhan lagu ACAI dalam satu
kalimat, mungkin pesannya adalah :
"Jangan kehilangan dirimu sendiri saat mengejar
mimpi."
Pesan ini terasa sangat kuat terutama di bagian bridge. Ketika
banyak orang berlomba mengikuti tren agar cepat terkenal, CORTIS justru
mengambil arah yang berbeda. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa mereka
tidak ingin sekadar membaur dengan arus yang sedang populer.
Mereka ingin dikenal karena warna musik mereka sendiri dan
ingin tumbuh secara organik.
Mengapa ACAI Viral di TikTok?
Ada banyak lagu yang bagus. Namun tidak semua lagu bisa
menjadi fenomena internet.
ACAI berhasil melakukan keduanya.
Alasannya cukup sederhana.
Pertama, chorus lagu ini sangat mudah diingat. Bahkan orang
yang tidak memahami bahasa Korea tetap bisa ikut menyanyikan bagian "I
just choke on acai".
Kedua, konsepnya unik.
Tidak banyak lagu yang menjadikan semangkuk smoothie sebagai
pusat cerita.
Ketiga, energinya sangat positif.
Lagu ini terasa ringan, menyenangkan, dan membuat orang
ingin bergerak mengikuti iramanya.
Terakhir, ada unsur kejujuran yang terasa sangat kuat. Pendengar
bisa merasakan bahwa lagu ini tidak dibuat untuk mengejar viralitas semata. Ia
lahir dari pengalaman nyata para member.
Kenapa Banyak Fans Menyukai Lagu Ini?
Banyak penggemar mengaku bahwa ACAI terasa berbeda dibandingkan lagu-lagu K-Pop lainnya. Bukan karena produksinya lebih besar ataupun karena konsepnya lebih mewah, tetapi karena lagu ini terasa tulus. Ketika mendengarkannya, kita tidak hanya mendengar musik. Kita juga mendengar cerita tentang lima anak muda yang sedang mengejar mimpi mereka.
Tentang hari-hari panjang di studio.
Tentang semangkuk acai bowl yang selalu menemani.
Tentang keyakinan untuk tetap menjadi diri sendiri.
Dan mungkin itulah alasan mengapa lagu ini begitu mudah
terhubung dengan banyak orang.
Karena pada dasarnya, setiap orang pernah berada di posisi
yang sama.
Mengejar sesuatu yang mereka cintai.
Berjuang meski lelah.
Dan berharap suatu hari kerja keras itu akan membuahkan
hasil.
Kesimpulan
Di balik lirik yang terdengar ringan dan jenaka, ACAI
dari CORTIS menyimpan pesan yang jauh lebih dalam daripada yang terlihat di
permukaan.
Lagu ini bukan sekadar tentang acai berry atau smoothie
berwarna ungu. Lagu ini adalah cerita tentang proses kreatif, kerja keras,
identitas, dan keberanian untuk tetap autentik di tengah tekanan industri yang
terus berubah.
Melalui lagu ini, CORTIS membuktikan bahwa inspirasi bisa
datang dari hal-hal sederhana. Bahkan dari semangkuk acai bowl yang dimakan
setiap hari.
Dan mungkin itulah alasan mengapa ACAI terasa begitu
spesial. Karena pada akhirnya, lagu ini mengingatkan kita bahwa fondasi yang
kuat selalu lebih penting daripada hiasan yang berlebihan.
Sama seperti semangkuk acai yang nikmat tanpa banyak
topping.
Sama seperti musik yang bagus tanpa perlu terlalu banyak gimik.

